Sunday, December 27, 2015

Interkoneksi Antarjaringan

Interkoneksi antarjaringan menyatakan hubungan antara dua jaringan atau lebih. Untuk melakukan interkoneksi antarjaringan, diperlukan piranti-piranti khusus, sebagai berikut :



1. Repeater

Repeater adalah piranti yang berfungsi untuk memulihkan isyarat yang agak cacat. Piranti ini biasa digunakan pada jaringan bertopologi bus atau cincin untuk memperpanjang
jangkauan jaringan.




2. Bridge

Bridge diperlukan untuk menghubungkan dua LAN yang bertopologi berbeda (misalnya bus dan cincin). Kelebihan piranti ini adalah menjadikan lalu lintas lokal setiap jaringan tidak saling terpengaruh. Berbeda dengan repeater, bridge dapat memisahkan antarjaringan sekiranya memang tidak ada permintaan hubungan dari satu jaringan ke jaringan yang lain.


3. Router

Router merupakan piranti yang dapat dipakai untuk :
  • menghubungkan sejumlah LAN yang memiliki topologi dan protokol yang berbeda
  • menghubungkan jaringan pada suatu lokasi dengan jaringan pada lokasi lain
  • membagi suatu jaringan berukuran besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil dan mudah dikelola
  • memungkinkan jaringan perusahaan dihubungkan ke Internet dan informasi yang tersedia dapat diakses oleh siapa saja di luar perusahaan
  • mencari jalan terefisien untuk mengirimkan data ke tujuan
  • melindungi jaringan Anda dari pemakai-pemakai yang tidak berhak dengan cara membatasi akses terhadap data anda



4. Gateway

Piranti ini berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan yang memiliki protokol yang sama sekali berbeda. Contoh penggunaan gateway adalah untuk menghubungkan jaringan SNA dan yang menggunakan operasi jaringan DEC.


5. Brouter

Brouter merupakan piranti gabungan antar bridge dan router, dapat bertindak sebagai bridge atau router.

Sumber : Buku "Pengantar Teknologi Informasi Edisi Revisi" oleh Abdur Kadir.